Minggu, 25 September 2022
Selasa, 05 April 2022 12:42

Menangis Bisa Batalkan Puasa Ramadan? Simak Penjelasan Buya Yahya

MENANGIS - Apakah menangis bisa membatalkan puasa Ramadan? simak penjelasan Buya Yahya/ilustras/Pixabay.puxpixXI.
MENANGIS - Apakah menangis bisa membatalkan puasa Ramadan? simak penjelasan Buya Yahya/ilustras/Pixabay.puxpixXI.

VERSI INDONESIA - Saat bulan Ramadhan (Ramadan -KBBI), setiap umat Islam yang memenuhi syarat diwajibkan untuk ibadah puasa. Sebagaimana tertera dalam rukun Islam.

Hakikatnya puasa adalah menahan diri dari lapar dan dahaga serta apapun yang bisa membatalkan mulai dari terbit fajar hingga tenggelam matahari.

Namun, dalam kehidupan sehari-hari ketika seseorang sedang menenangkan anak kecil atau temannya sedang menangis.

Baca Juga: Menonton Video Panas Membatalkan Puasa Ramadan? Simak Penjelasannya

Kerap mendengar ucapan seperti 'Jangan nangis, nanti puasanya batal'.

Lantas apakah benar menangis dapat membatalkan puasa?

Menurut Buya Yahya hanya ada 9 perkara yang bisa membatalkan puasa, dari sembilan ini tidak ada menangis.

"Anda nangis seharian penuh tidak akan membatalkan puasa. Syaratnya satu, air matanya jangan diminum," kata Buya Yahya, dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV diunggah 30 Mei 2018 silam.

Baca Juga: Ini Perkara yang Bisa Membatalkan Puasa Ramadan, Perlu Dihindari

Buya Yahya menjelaskan menangis yang bisa membatalkan puasa jika air matanya masuk ke mulut.

"Kalau nangis air matanya masuk ke mulut dirasakan rasa asin lalu diminum itu batal. Jadi menangis tidak membatalkan puasa," ucap Buya Yahya.

Adapun 9 perkara yang bisa membatalkan puasa sebagai berikut:

1. Hal-hal yang membatalkan puasa pertama, yaitu memasukan sesuatu kedalam 5 lubang.

Baca Juga: Jangan Keliru, Begini Doa Buka Puasa Ramadhan 2022 yang Benar dalam Islam

- Lubang mulut

Memasukan sesuatu kedalam lubang mulut yang dapat membatalkan puasa kata Buya Yahya adalah menelan.

Namun, jika tidak ditelan maka tidak membatalkan puasa.

"Selagi Anda tidak menelannya maka tidak membatalkan puasa," kata Buya Yahya.

- Memasukan sesuatu kelubang hidung

Buya Yahya menyebut memasukan sesuatu kedalam lubang hidung sampai batas bagian atas, dapat membatalkan puasa.

Namun, jika hanya dimasukan di bagian lubang bawah hidung maka tidak membatalkan puasa.

"Artinya ngupil tidak membatalkan puasa," ujar Buya Yahya.

- Memasukan sesuatu kedalam lubang telinga

Memasukan sesuatu kedalam lubang telinga paling dalam dapat membatalkan puasa.

"Lubang telinga yang tidak bisa dijangkau oleh jari kelingking," ujar Buya Yahya.

- Memasukan sesuatu kedalam lubang kemaluan wanita

Buya Yahya mengatakan sebaiknya jika membersihkan bekas buang kecil, maka cukup digosok dengan perut jemari.

"Mohon maaf, tapi kalau jemarinya dibelokkan dan masuk ke dalam wilayah (kemaluan) maka batal puasanya," jelas Buya Yahya.

Memasukan sesuatu kedalam lubang bagian belakang (anus) dapat membatalkan puasa.

2. Muntah dengan sengaja.

Muntah dengan sengaja dapat membatalkan puasa kata Buya Yahya.

Tetapi jika tidak disengaja maka tidak membatalkan puasa.

Namun jika dalam keadaan hamil mudah muntah, naik kendaraan mabuk muntah, maka tidak membatalkan puasa.

"Yang membatalkan puasa adalah muntah dengan sengaja," tutur Buya Yahya.

3. Berhubungan tanpa keluar air mani

Berhubungan suami istri walau tidak keluar air mani itu membatalkan puasa kata Buya Yahya.

Ukuran membatalkan puasa dalam berhubungan suami istri kata Buya Yahya sangat sederhana.

"Jika seorang suami sudah memasukan semua kepala kemaluannya, ke wilayah wanita (istri) maka batal puasanya," terang Buya Yahya.

Buya Yahya menyebut seorang suami mencium istrinya atau memegang bagian tubuh istrinya tidak membatalkan puasa.

Dengan catatan kata Buya Yahya, tidak memasukan sesuatu kedalam wilayah kemaluan.

4. Keluar mani dengan sengaja

Keluar mani dengan sengaja tanpa senggama dapat membatalkan puasa.
"Sengaja mengeluarkan mani, maka batal puasanya," kata Buya Yahya.

Tetapi jika mani keluar tanpa sengaja maka puasa tidak membatalkan puasa.

Buya Yahya memberikan contoh seorang laki-laki yang mimpi basah.

"Jadi keluar air mani tanpa disengaja tidak membatalkan puasa," sebut Buya Yahya.

5. Haid,

6. Nifas,

7. Melahirkan

Buya Yahya menyebut seorang wanita yang puasa lalu haid maka batal puasanya.

Seorang wanita ahli ibadah, saat hamil puasa ketika datang waktu melahirkan maka batal puasanya kata Buya Yahya.

Wanita yang melahirkan bayi atau bakal bayi (keguguran) kata Buya Yahya hukumnya sama membatalkan puasa.

8. Hilang akal

Hilang akal terbagi menjadi 3 kata Buya Yahya.

Hilang akal yang membatalkan puasa adalah gila saat puasa dan pingsan sehari penuh.

Sedangkan hilang akal (tidur) tidak membatalkan puasa.

9. Murtad

Murtad saat puasa dapat membatalkan puasa.

Buya Yahya menyebut ciri-ciri murtad yang dapat membatalkan puasa.

"Murtad itu misalnya mengatakan Nabi Muhammad bukan Nabi, atau ada Nabi setelah Muhammad," ujar Buya Yahya.

Atau menyebut AlQuran bukan wahyu Allah SWT, merendahkan adzan, surga, puasa, haji, dan neraka.

"Orang yang murtad langsung batal puasanya," tutur Buya Yahya.

Itulah penjelasan Buya Yahya tentang 9 perkara yang membatalkan puasa di bulan Ramadhan.

Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan.***

Author:

El Hakim

Editor:

El Hakim

Sumber:
YouTube Al-Bahjah TV
X