Minggu, 25 September 2022
Kamis, 14 Juli 2022 04:32

Memahami Makna Dan Esensi Qurban Menurut Dr. KH. Muhammad Rofiqul A’la

VERSIINDONESIA.COM – Memahami makna dan esensi qurban menurut Dr. KH. Mohammad Rofiqul A’la atau biasa disapa Abah Rofiq yakni pentingnya memahami pengertian serta batasan-batasan ibadah qurban berdasarkan syari’at Islam.

Ibadah tanpa didasari dengan ilmu yang benar menjadi ibadah sia-sia. Artinya ibadah tersebut justru menjauhkan dari ajaran Allah SWT yang telah disampaikan melalui rasulNya yakni Nabi Muhammad Saw.

Ibadah tanpa didasari ilmu yang benar, maka ibadah tersebut tidak akan diterima Allah SWT. Begitupun dengan esensi dari sebuah ibadah, ketika kita mengetahui hakikat atau makna ibadah, maka secara otomatis dalam pelaksanaannyapun dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Ibadah penuh keikhlasan berarti tidak hanya memandang hukum dari ibadah itu sendiri. Melakukan  ibadah yang bersifat kewajiban (fardu) ataupun pelengkap (sunnah) sama-sama karena Allah SWT.

Dr. KH. Mohammad Rofiqul A’la menyampaikan dalam kajian Ngajagi di Masjid Al Habibul Musthofa Pesantren Arrisalah tentang beberapa makna dan esensi Qurban antara lain :

Pengertian qurban

Berdasarkan berbagai kitab fiqh, para ‘ulama menyebutkan qurban sebagai al-udchiyah. Secara bahasa, al-udchiyah adalah sebuah istilah yang digunakan oleh orang-orang Arab untuk setiap perkara yang diqurbankan pada saat Idul adha.

Namun, ketika al-udchiyah ditarik kedalam ma’na syari’at, menurut pemahaman ‘ulama, qurban atau al-udchiyah dianggap sesuai syari’at Islam harus memenuhi 3 batasan, yaitu:

      Pertama, Qurban artinya menyembelih hewan-hewan tertentu (khusus). Dalam artian, tidak semua jenis hewan bisa digunakan untuk berqurban.

      Kedua, berniat untuk berqurban dengan niat melakukan taqorrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT. Hal ini penting karena niat menjadi pembeda sebuah perbuatan. Niat membedakan apakah kita hanya menyembelih hewan biasa, atau menyembelih dengan niat ber taqorrub kepada Allah SWT.

Author:

Nur Khalifah

Editor:

Nur Khalifah

Sumber:
Wawancara Khusus
X