Minggu, 05 Februari 2023
Minggu, 30 Januari 2022 07:31

Salah Kaprah Suplemen Vitamin D Untuk Pengobatan Covid-19, berikut penjelasan Profesor Zubairi

SALAH KAPRAH VITAMI D UNTUK PENGOBATAN COVID-19 Ilustrasi: Asupan Vitamin D yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan. /foto/pixabay/ qimono
SALAH KAPRAH VITAMI D UNTUK PENGOBATAN COVID-19 Ilustrasi: Asupan Vitamin D yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan. /foto/pixabay/ qimono

Banyak para dokter yang memberikan rekomendasi Vitamin D sebagai suplemen obat bagi penderita Covid-19 dimana bermanfaat dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga bisa diperuntukan guna menurunkan risiko terjadi penyakit infeksi, termasuk COVID-19.

Vitamin D sendiri merupakan merupakan vitamin larut lemak yang yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu proses penyerapan fosfor dan kalsium.

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh! 5 Penyebab Pilek Tak Kunjung Sembuh Bertahun-tahun

Namun Prof. Dr. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD, KHOM lewat akun twitternya @ProfesorZubairi memberikan keterangan tentang salah kaprah asupan Vitamin D untuk mengobati Covid-19. Sebab menurunya belum ada bukti ilmiah yang kuat jika Vitamin D ampuh untuk mencegah atau mengobati Covid-19.

Bahkan menurutnya jika asupan vitamin D berlebihan akan mengakibatkan keracunan.

Baca Juga: 5 Bahan Alami Ini Berkhasiat Menyembuhkan Pilek Tanpa Obat Kimia

Lewat Thread di akun twitter pribadinya, dokter spesialis penyakit dalam subspesialis Hematologi-Onkologi (Kanker) tersebut menjelaskan tentang kekeliruan tersebut. Berikut kami sajikan penjelasan Profesor Zubairi seperti dikutip pada tanggal 29 Januari 2022.

Pada dasarnya vitamin D itu penting. Tapi asupan vitamin D yang sangat tinggi bisa berbahaya. Dus, belum ada bukti ilmiah yang kuat kalau suplemen vitamin D itu bermanfaat mencegah atau mengobati Covid-19. Jadi, jangan kampanye yang berlebihan sebelum ada bukti.

Pertama-tama. Sebenarnya saya pernah mengulas soal isu ini. Tapi, karena ada seorang dokter yang keracunan akibat vitamin D berlebihan, rasanya saya perlu menyampaikannya kembali.

Baca Juga: Ini Dia 7 Makanan Pantangan Penderita Asam Urat dan Pencegahannya

Author:

Ibnu Zamani

Editor:

Dadang Abdul Rasyid

Sumber:
Twitter @ProfesorZubairi
X