Minggu, 25 September 2022
Jumat, 21 Januari 2022 09:00

Profil KH Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab (almarhum) Ulama Sufi dari Sukabumi yang Mengguncang Nusantara

KH Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab (almarhum) sosok ulama sufi yang terkenal pada masanya/instagram @sufimedia
KH Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab (almarhum) sosok ulama sufi yang terkenal pada masanya/instagram @sufimedia

VERSIINDONESIA.COM-Uwa Zezen sapaan akrabnya adalah Pimpinan Pondok Pesantren Az-Zainiyyah kampung Nagrog Desa Perbawati Jalan Pondok Halimun Selabintana Sukabumi Jawa-Barat. Lahir pada tanggal 17 Pebruari tahun 1955 masa kecilnya di Salabintana.

Uwa Zezen terlahir dari kalangan ulama ibundanya Hj Halimah Binti adalah putera dari KH. Abdurrahman Bin KH. Kahfi Bin Ayah Aliman bin abah Syaebah Bin Ayah Gabid Bin Ayah ‘Atshan bin Prabu Washidewa bin Eyang Pangeran Sake bin Sultan Agung Abdul Fatah Tirtayasa bin Sultan Abdul Ma’ali Ahmad bin Sultan Abdul Mafakir Abdul Qadir bin Sultan Maulana Nasruddin bin Maulana Yusuf bin Syekh Maulana Hasanudin bin Kanjeng Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Djati )

Semasa kecil kerap disapa “Utun”. Sejak kecil memang sudah ditempa ilmu agama. Sang ayah mengajarkan dasar-dasar pendidikan agama secara ketat. Zezen kecil harus bisa menghapal Alqur’an dan menguasai ilmu tajwid. Apalagi ayahnya memang terkenal sebagai ahli ilmu tajwid.
Ayahnya KH Zayadi adalah murid ajengan Pabuaran (Gan Uye) yang memiliki sebutan ’’ Oo Midada’’.

Sejak kecil Ajengan kerap diajak berziarah oleh ayah, paman, dan kakeknya ke makam-makam para wali dan ulama di tanah Jawa. Sering juga ikut melaksanakan riaydlah-riyadlah di tempat ziarah selama beberapa hari.

Pendidikan formalnya dimulai dari Setelah tamat SR (Sekolah Rakyat) di Pabuaran Sukabumi.


Kemudian melanjutkan masuk ke MTS asuhan KH.Mahmud. Untuk memperdalam ilmu Tajwid mondok di Pesantren Sirojul Athfal (Sekarang Al-Masturiyah) Tipar Cisaat Sukabumi asuhan KH Masthuro. Di pesantren Al Masturiah ini Uwa Zezen mulai mengenal berorganisasi.

Seusasi mondok di Pesantren Al Masturiah. Dia tak melanjutkan studinya ke Luar Negeri seperti Mesir, Arab Saudi dan nagara timur tengah lainnya karena alasan biaya. Ajengan Zezen melanjutkan masuk ke Pesantren Sadang Garut. Pesantren yang terkenal dengan ilmu alat Nahwu dan Sharaf.

Baca Juga: Ustadz Abdu Somad dan Buya Hasyim Arrazy Dikritik Karena Ikut Campur SOal Kemursyidan di TQN PP SUryalaya

Kemudian Ajengan Zezen berguru lagi kepada KH Humaidi Cikaret Sukabumi. Dari KH. Humaidi dia mulai mengasa pengetahuannya tentang politik dan pemerintahan. Karna KH Humaidi memang seorang anggota DPR. Kesibukanyya menjadi politisi dan dakwah di luar pesantren membuat KH Humaidi menitipkan Ajengan Zezen ke KH Mahmud Mudrikah Hanafi di Pesantren Siqoyaturahmah bersama KH. Mahmud Mudrikah Hanafi dan di sini belajar ilmu Fiqih, Tauhid, Tashawwuf, Ma’ani, Badi, Bayyan, Ushl Al-Fiqih, Musthalah al-hadits dan berbagai disiplin ilmu agama lainnya.

Tampaknya Uwa Zezen semasa muda orang yang haus akan ilmu agama, dia melanjutkan mondok di Pondok Pesantren Riyadhul Mutafakkirin (sekarang Darul Hikam) Cibeureum asuhan KH. Aang Sadili selama 1,5 tahun.

Author:

Dadang Abdul Rasyid

Editor:

Dadang Abdul Rasyid

Sumber:
Berbagai Sumber
X