Senin, 03 Oktober 2022
Kamis, 19 Mei 2022 20:33

Pemerintah Putuskan kembali Buka Ekspor Minyak Goreng Mulai Senin Mendatang

JOKO WIDODO - Pemerintah Putuskan akan Kembali Ekspor Minyak Goreng - Sekretariat Presiden
JOKO WIDODO - Pemerintah Putuskan akan Kembali Ekspor Minyak Goreng - Sekretariat Presiden

VERSIINDONESIA.COM - Pemerintah memutuskan akan kembali membuka ekspor minyak goreng mulai Senin, 23 Mei 2022 mendatang.

Keputusan tersebut diambil Presiden Joko Widodo (Jokowi), setelah melihat kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini yang semakin membaik dan mencukupi.

Selain itu, keputusan ini juga mempertimbangkan para tenaga kerja dan petani di industri sawit.

Baca Juga: Acong Latif Buka Suara Soal Laporan Jalintar Simbolon yang Terbukti Tidak Ada Tindak Pidana

"Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga kerja di industri sawit, baik petani, pekerja, dan juga tenaga pendukung lainnya, maka saya memutuskan bahwa ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin, 23 Mei 2022," kata Presiden dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 19 Mei 2022.

"Meskipun ekspor dibuka, pemerintah akan tetap mengawasi dan memantau dengan ketat untuk memastikan pasokan tetap terpenuhi dengan harga terjangkau," imbuhnya.

Menurut Presiden, sejak kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng diterapkan, pemerintah terus memantau dan mendorong berbagai langkah untuk memastikan ketersediaan minyak goreng agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Penderita Diabetes Wajib Lakukan Hal Ini agar Kadar Gula Darah Anda Tak Naik

Berdasarkan pengecekan di lapangan dan laporan yang diterimanya, kata Presiden, pasokan minyak goreng terus bertambah.

"Kebutuhan nasional untuk minyak goreng curah adalah sebesar kurang lebih 194 ribu ton per bulannya. Pada bulan Maret, sebelum dilakukan pelarangan ekspor, pasokan kita hanya mencapai 64.5 ribu ton. Namun setelah dilakukan pelarangan ekspor di bulan April, pasokan kita mencapai 211 ribu ton per bulannya, melebihi kebutuhan nasional bulanan kita," ungkapnya.

Author:

Dika Aryana

Editor:

Dika Aryana

Sumber:
RRI
X