Minggu, 25 September 2022
Rabu, 08 Juni 2022 12:57

Jokowi Resmikan Industri Listrik di KITB Batang: Saya Senang, Bisa Menyerap Tenaga Kerja Kita 20 Ribu Orang

JOKOWI - meresmikan implementasi tahap kedua pembangunan industri baterai listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu 8 Juni 2022. Laily Rachev / Biro Pers Sekretariat Presiden
JOKOWI - meresmikan implementasi tahap kedua pembangunan industri baterai listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu 8 Juni 2022. Laily Rachev / Biro Pers Sekretariat Presiden

VERSIINDONESIA.COM - Masa depan industri baterai listrik di Indonesia makin cerah.

Terbaru, Presiden Jokowi resmikan industri listrik di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) pada Rabu 8 Juni 2022.

KITB yang berlokasi di Kabupaten Batang sedang menuju tahap kedua implementasi pembangunan baterai listrik.

Baca Juga: Anak Buah Luhut Ungkap Alasan Naiknya Tiket Candi Borobudur Gegara Tanahnya Ada Penurunan

"Dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim, pagi hari ini tahap kedua industri baterai listrik terintegrasi dari LG dan konsorsium BUMN (Badan usaha milik negara) saya nyatakan dimulai pembangunannya," kata Presiden dalam sambutanya.

Jokowi menyebut industri baterai listrik yang dibangun berkat investasi perusahaan asal Korea Selatan LG.

Lebih lanjut, Jokowi menyebut hal itu merupakan investasi pertama di dunia yang mengintegrasikan produksi kendaraan listrik dari hulu sampai ke hilir.

"Dimulai dari penambangan nikel, smelter, pabrik prekursor, pabrik katoda, kemudian baterai listrik, battery pack, hingga mobil listrik, masih ditambah lagi dengan industri daur ulang baterai. Dari hulu sampai ke hilir, end to end, semuanya dikerjakan dalam investasi ini," jelasnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Peluk Erat Ridwan Kamil saat Takziah ke Mendiang Emmeril Kahn Mumtadz

Lebih jauh Presiden menyebut, total investasi LG dalam investasi industri baterai listrik terintegrasi ini mencapai Rp142 triliun atau 9.8 miliar AS dolar. 

Author:

Halim Dzul

Editor:

Halim Dzul

X