Minggu, 25 September 2022
Senin, 08 Agustus 2022 12:43

Gaza Diserang Kembali, Komunitas Pecinta Al-Aqsha (KPA) Galang Bantuan

VERSIINDONESIA.COM- Gaza diserang kembali oleh para ekstremis Yahudi  setelah sebelumnya ribuan pemukim mengorganisasi pawai sampai daerah Bab al-Amud di Al-Quds (Yerusalem) pada Sabtu tengah malam (6/8).

Melansir dari website resmi Adara Relief International, Pawai tersebut merupakan persiapan untuk menyerbu Masjid al-Aqsa pada Minggu pagi guna merayakan peringatan “penghancuran Bait Suci”.

Para pemukim membawa bendera Israel melakukan “doa talmud” bersama wakil ekstremis Ben Gvir. Ini terjadi bertepatan dengan pawai pemukim di gerbang Al-Aqsa sebelum menyerbunya di pagi hari.

Polisi Israel mengerahkan pasukan mereka di jalan-jalan Al-Quds (Yerusalem) dan dekat Bab al-Amud. Mereka menyerang orang-orang Palestina di daerah tersebut.

Selain itu, mereka menyerbu kota Al-Tur dan menembakkan gas air mata ke penduduk Palestina. Mereka menutup pintu masuk ke lingkungan Ras al-Amud dan mencegah penduduk meninggalkan serta mencapai sekitar daerah Bab al-Asbat.

Pemerintah Israel di bawah komando Yair Lapid mengizinkan anggota Knesset dan pemukim untuk menyerbu Masjid al-Aqsa. Mereka tidak memberlakukan batasan apapun saat pasukan melancarkan agresi di Jalur Gaza sejak Jumat (5/8).

Ratusan pemukim mulai menyerbu halaman Masjid al-Aqsa pada Minggu pagi (7/8), dalam peringatan hari “penghancuran Kuil.” Koresponden Safa melaporkan bahwa para pemukim mulai menyerbu Masjid al-Aqsa dari sisi Gerbang Mughrabi dengan perlindungan ketat dari pasukan Israel dan melakukan tur provokatif di halamannya.

Baca Juga: Memahami Makna Dan Esensi Qurban Menurut Dr. KH. Muhammad Rofiqul A’la

Gerakan Perlawanan Islam menolak izin Israel bagi pemukim ekstremis untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa pada Minggu. Dalam sebuah pernyataan sehari sebelumnya. Gerakan ini juga menganggap Israel bertanggung jawab penuh atas akibat  yang ditimbulkan agresi barbarnya di Jalur Gaza. Ia menekankan bahwa rakyat Palestina di manapun mereka berada saat ini, berdiri dan bersatu untuk mempertahankan tanah dan tempat suci mereka.

Author:

Nur Khalifah

Editor:

Nur Khalifah

Sumber:
Wawancara Khusus
X