Minggu, 25 September 2022
Rabu, 30 Maret 2022 12:04

Digitalisasi Koperasi Tani Diharapkan Hasil Pertanian Lebih Optimal dan Mensejahterakan

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono berdiskusi bersama dosen dan mahasiswa BRI Institute.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono berdiskusi bersama dosen dan mahasiswa BRI Institute.

VERSIINDONESIA.COM - Dosen dan mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Bank Rakyat Indonesia (BRI Institute) melakukan kunjungan ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada Senin, 28 Maret 2022.

Kunjungan tersebut dalam rangka kegiatan riset desa pada program riset keilmuan Kemendikbud Ristek yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono menerima langsung kunjungan dosen dan mahasiswa di kediaman pribadinya.

Baca Juga: Ketua Umum GKN Awang Dody Kardeli Sebut Kolaborasi UKM dan Media Dibutuhkan untuk Penyebaran Produk

Saat diskusi, Ony Anwar Harsono mengharapkan BRI Institute dapat membantu koperasi petani untuk mengatasi permasalahan pertanian melalui digitalisasi korporasi petani.

Bupati Ngawi tersebut juga mengatakan bahwa Ngawi merupakan lumbung beras se-Jawa Timur dengan luas lahan lebih dari 55 ribu Ha dan sekitar 70 persen penduduknya bermatapencarian sebagai petani.

Program pertanian yang sedang dijalankan meliputi peningkatan produktifitas, pemberdayaan melalui korporasi petani dalam bentuk koperasi, pembinaan manajerial keuangan petani dan pertanian ramah lingkungan.

Baca Juga: Kiat Sukses Dan Bahagia Menjadi Pengusaha Menurut Motivator Bisnis

Oleh karena itu dua program inilah yang menjadi fokus dari penelitian terkait Digitalisasi Koperasi Tani.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi bekerja sama dengan Koperasi Ngawi Tani Mandiri membentuk suatu kelompok petani Millenial yang saat ini sudah ada 19 penggiat di tiap kecamatan.

Author:

Hadyan Muslim

Editor:

Hadyan Muslim

X