Sabtu, 10 Desember 2022
Rabu, 02 Februari 2022 19:54

Anies Baswedan Akui Rencana Setop PTM di Tengah Lonjakan Covid-19 Terganjal Aturan Pusat

Anies Baswedan Akui Rencana Setop PTM di Tengah Lonjakan Covid-19 Terganjal Aturan Pusat - Ilustrasi Foto Anies/ANTARA News
Anies Baswedan Akui Rencana Setop PTM di Tengah Lonjakan Covid-19 Terganjal Aturan Pusat - Ilustrasi Foto Anies/ANTARA News

VERSIINDEONESIA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengakui menghentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah lonjakan Covid-19 terganjal aturan pusat.

Menurut Anies, pihaknya saat ini tak bisa leluasa mengeluarkan aturan terkait pandemi sebab hal itu menjadi kewenangan pemerintah pusat lewat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Menurut dia, aturan itu berbeda dengan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat daerah diberi kewenangan untuk mengeluarkan kebijakan terkait pandemi.

Baca Juga: Jangan Diabaikan! Berikut Berbagai Gejala Sakit Demam Berdarah yang Harus Anda Tahu

Baca Juga: Wajib Tahu! 3 Fase yang Dilalui Selama Sakit Demam Berdarah pada Musim Pancaroba

"PTM ini diatur melalui SKB empat menteri, yang SKB empat menteri ini dikaitkan dengan level PPKM yang PPKM-nya ditetapkan melalui Instruksi Mendagri," ujar Anies, dikutip versiindonesia.com dari ANTARA News, Rabu 2 Februari 2022.

"Berbeda dulu dengan kita menggunakan rezim PSBB. Pada saat PSBB Keputusan tentang PTM itu diatur melalui kewenangan gubernur. Sekarang ini diatur melalui keputusan pemerintah pusat," kata Anies.

Oleh karena itu, Anies mengaku saat ini telah meminta izin kepada Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, agar PTM di DKI dihentikan sementara selama sebulan ke depan.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok 3 Februari 2022: Leo, Virgo, dan Cancer Tekanan Berawal dari Tanggung Jawab

Baca Juga: Hasil Laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Amerika Selatan Brasil vs Paraguay, Tim Samba Menang 4-0

Author:

Dika Aryana

Editor:

Dika Aryana

Sumber:
ANTARA News
X